"Yang kehilangan merasa biasa, yang menerima malah bingung"
Sering mendengar kalimat itu? Pastinya bukan lagu patah hati ya ...
Kalimat ini biasanya diucapkan oleh orang orang yang suka menebar "racun" sembarangan.
Racun bukan sembarang racun, racun ini mengandung karbondioksida dan hidrogen sulfida yang membuat tidak nyaman orang2 di sekitar tetapi juga kadang menghibur.
Proses pengeluaran gas yang tidak diserap tubuh, yang berasal dari makanan, bakteri, udara dan sebagainya dari dalam perut kemudian membawa bau, itulah yang disebut Kentut
Kentut memang menimbulkan aroma tak sedap dan membuat orang lain menutup hidung bahkan menjauh. Tapi percayalah Kentut juga yang bisa membuat kamu dan pasangan menjadi lebih dekat.
Umumnya pasangan yang baru menikah beranggapan perlunya menjaga image, maka ritual "buang gas" dianggap tabu jika dilakukan terang terangan, biasanya wanita akan risih kala mendapati suami kentut di hadapanya.
Seiring berjalanya waktu, pasangan tentu akan memahami kebiasaan alamiah tersebut dan justru semakin meningkatkan keharmonisan.
Karena hubungan yang baik tentu tidak dilandasi dengan kebohongan dan kepura-puraan. Dan lama kelamaan Kentut akan menjadi bahan lawakan bersama.
Saya sendiri butuh waktu cukup lama untuk menerima kebiasaan pasangan ini, paling saya akan menutup hidung atau memilih menyingkir jika baunya sudah benar-benar tidak bisa ditolerir, kemudian suami pasang wajak sok innocent yang justru makin menggemaskan hahahaha
Namun tetap saya beri aturan untuk tidak kentut saat pasangan sedang makan. Karena tentunya akan merusak selera.
Sidoarjo, 27 Januari 2020
#catatanida
Komentar
Posting Komentar