Langsung ke konten utama

HADIAH DARI MANTAN

HADIAH DARI MANTAN

Santi terperangah melihat suaminya pulang kerja menenteng sepuluh kotak kardus kue lengkap dengan isinya. Dia sudah siap mengomel panjang kali lebar jika Sang suami  memborong kue sebanyak itu tanpa persetujuannya

"Kue sebanyak ini dari mana Mas?" Tanya Santi 

"Itu dapat syukuran dari Risma yang ulang tahun kemarin" Jawab suaminya berbohong

"Risma, Risma mantan pacarmu? Kok bisa, kan rumahnya jauh?" Santi penasaran dan memberondong suwaminya dengan pertanyaan

"Iya siapa lagi, tadi ada teman sekelas yang nawarin lebihan kue, trus diborong sama Risma. Semua sudah dapat jatah, karna Aku paling akhir jadinya dapat bonus juga.

"O ... bisa gitu ya?" Santi masih sedikit bingung. Tapi kemudian Dia membuka kotak kue, lalu menikmati isinya.

Rado dan Risma adalah teman sekelas yang dulu pernah menjalin hubungan, namun sayang karna alasan tertentu mereka akhirnya berpisah. 
Kini masing-masing sudah berkeluarga dan tinggal di kota yang berbeda.
Meski demikian hubungan antar mantan dan pasanganya masih terjalin baik sampai sekarang. 

====================================

Kring ...

Sebuah pesan masuk di gawai Risma

"Mbak terimakasih ya kuenya, banyak sekali. Semoga diganti dengan rejeki yang melimpah dan diberi umur yang berkah, Aamiin" Isi pesan dari Santi

Risma bingung, karena ia sama sekali tak merasa memesan kue apalagi mengirim kue ke istri mantan pacarnya.

Tapi Ia tiba-tiba teringat dengan isi obrolan di grup Alumni hari ini.

Salah seorang teman ada yang menawarkan kue karna salah hitungan orderan, jadi ada lebihan banyak. Memang ada beberapa yang membeli termasuk mantan pacarnya. Bahkan ada juga teman yg nyeletuk minta dibayarin oleh Risma, mengingat kemarin adalah hari Ulang tahun Risma.
Namun Risma sudah hafal dengan kebiasaan teman-temanya yang suka bercanda, jadi Ia tak terlalu meladeni.

" Iya Mbak Aamiin." Akhirnya Risma membalas pesan dari Santi singkat dan berharap jawaban ini lebih aman

Keesokan harinya Risma mengirim pesan ke Rado mengucapkan terimakasih. Rado belum faham terimakasih untuk apa. Setelah Risma mengirim bukti percakapannya dengan Santi, Rado baru mengerti dan mengucapkan terimakasih juga ke Risma yang bisa diajak kerjasama. 

"Anggap saja ini kejutan dariku di hari istimewamu kemarin" Rado membalas 

Risma tak membalas lagi pesan dari Rado, Namun kejadian itu sukses membuat hatinya berbunga

Rado bingung harus memberi jawaban apa ke istrinya, sementara Dia juga kasihan melihat dagangan temanya masih bersisa banyak.

*Oke Rado, Niatmu sangat mulia dan berhasil membahagiakan beberapa orang. Namun jika istrimu tau yang sebenarnya, bisa jadi kamu tidur di luar selama seminggu.

 
_END_

#cerpenida 
#mamadydanstories

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ADA DO'AKU DALAM PESANANMU

Selama hampir tiga tahun menjalani profesi sebagai penjual online, sedikit banyak memberi pengalaman baru bagiku. Aku selalu berusaha melayani berbagai kriteria tipe pembeli sebaik mungkin. Mereka yang sekedar bertanya atau berniat membeli, semua kuperlakukan sama. Meski tak jarang ada oknum calon pembeli yang menguji kesabaranku,  tak terlalu kuambil pusing, kerena bagiku itu adalah bagian dari proses pembelajaran. Memajang berbagai produk di grup jual beli berwarna biru dan aplikasi berwarna merah muda tanpa menyertakan harga menjadi pilihanku, kecuali untuk produk yang memang sudah memberi peraturan harga jual dari perusahaan. Sampai detik ini hal itu masih saja dipermasalahkan bagi sebagian orang, Lagi lagi itu adalah pilihan, dan Aku  harus siap dengan konsekuensinya. ==================================== Rasa syukur sekaligus bahagia tak terkira tatkala sebuah pesanan datang dari nomor baru di gawaiku, Katanya pembeli ini tau kontakku dari aplikasi berwarna biru. Setelah ...

ASMARADHANA

Memasuki sebuah ikatan pernikahan yang diawali dengan memilih pasangan tentu bukan perkara mudah. Berbagai kriteria calon pasangan menjadi pertimbangan agar nantinya bisa membawa kebaikan bagi semua. Kecocokan hati merupakan salah satu kunci dimulainya suatu hubungan. Hati yang mendasari sebuah ikatan, serta kontrol untuk setiap hal yang akan dilakukan. Karna dari hati tumbuhlah cinta. Hati disini bukan dimaknai sebagai cinta buta yang menjadikan kita melupakan logika, namun Hati sebagai niat atau kekuatan yang nantinya dalam menjalani pernikahan bisa menjadi penguat ketika bahtera rumah tangga mengalami cobaan. Harta bisa dicari, ketampanan/ kecantikan bisa dimanipulasi, namun dengan niat baik yang lahir dari hati tentu menjadi poin yang tak dapat diabaikan ketika kita telah menemukan seseorang yang menurut kita paling tepat menjadi teman sehidup se-Surga. Jadi ingat sebuah tembang ASMARADHANA Gegaraning  wong akrami Dudu bondo dudu rupo Amung ati pawitane ... (lanjutanya Aku lupa...