Memasuki sebuah ikatan pernikahan yang diawali dengan memilih pasangan tentu bukan perkara mudah.
Berbagai kriteria calon pasangan menjadi pertimbangan agar nantinya bisa membawa kebaikan bagi semua.
Kecocokan hati merupakan salah satu kunci dimulainya suatu hubungan. Hati yang mendasari sebuah ikatan, serta kontrol untuk setiap hal yang akan dilakukan. Karna dari hati tumbuhlah cinta.
Hati disini bukan dimaknai sebagai cinta buta yang menjadikan kita melupakan logika, namun Hati sebagai niat atau kekuatan yang nantinya dalam menjalani pernikahan bisa menjadi penguat ketika bahtera rumah tangga mengalami cobaan.
Harta bisa dicari, ketampanan/ kecantikan bisa dimanipulasi, namun dengan niat baik yang lahir dari hati tentu menjadi poin yang tak dapat diabaikan ketika kita telah menemukan seseorang yang menurut kita paling tepat menjadi teman sehidup se-Surga.
Jadi ingat sebuah tembang ASMARADHANA
Gegaraning wong akrami
Dudu bondo dudu rupo
Amung ati pawitane ... (lanjutanya Aku lupa)
ASMARADHANA sendiri merupakan salah satu tembang dalam budaya jawa, biasanya dinyanyikan oleh orang yang sedang jatuh cinta.
Pas sekali jika tembang ini selalu disisipkan oleh salah seorang Ustadz dari daerah saya dalam setiap tausiyah Walimatul 'Ursy
Sepintas memang seperti lagu lagu pada umumnya, namun jika ditelaah lebih dalam lagi. Ada pesan moral dalam tembang tersebut, terutama bagi pasangan yang siap memasuki dunia pernikahan.
"Pegangan/syarat membangun rumah tangga, bukan karna harta atau rupa, namun hati itu bekalnya" Kurang lebih seperti itu arti tembang diatas.
Jadi, sudah menemukan tambatan hatimu?
Sabtu, 25 Januari 2020
#cmiiw
#catatanida
Komentar
Posting Komentar